Plt Bupati Hendri Dukung BUMDes Air Bening Kembangkan Kopi, Peternakan, dan Wisata Desa
MEDIA CENTER REJANG LEBONG– Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., menyambut positif upaya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Rezeki, Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya, dalam mengembangkan potensi ekonomi desa, terutama perkebunan kopi, peternakan, dan pariwisata.
Dukungan tersebut disampaikan Hendri saat menerima audiensi pengurus BUMDes Sumber Rezeki bersama Kepala Desa Air Bening, Nusa Jaya Saputra, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (20/10/2026).
Audiensi itu turut dihadiri Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Anes Rahman, S.Sos., M.Sos., serta Kepala Dinas Pariwisata Riki Irawan, S.Sos., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, pihak desa memaparkan sejumlah rencana pengembangan usaha yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Desa Air Bening, Nusa Jaya Saputra, menjelaskan bahwa BUMDes Sumber Rezeki mengelola sejumlah potensi usaha, mulai dari peternakan sapi, pengembangan objek wisata Telaga Tujuh Warna dan Danau Tapak, hingga pengolahan kopi menjadi produk turunan.
Produk yang direncanakan antara lain kopi bubuk, parfum beraroma kopi, dan lilin kopi. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kopi, tidak hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Menurut Nusa Jaya, luas kebun kopi bersertifikat di Desa Air Bening diperkirakan mencapai 700 hektare. Jika digabungkan dengan perkebunan yang dikelola melalui program Hutan Kemasyarakatan (HKM), luasnya mencapai ribuan hektare, dengan produksi kopi Robusta yang disebut lebih dari 5.000 ton per tahun.
Meski memiliki potensi besar, sebagian hasil panen petani masih dipasarkan dalam bentuk biji kopi kering atau *green bean*. Karena itu, peningkatan kualitas pascapanen, pengolahan, dan pemasaran menjadi bagian penting untuk memperkuat daya saing kopi desa.
Salah satu gagasan yang disampaikan dalam audiensi ialah pembentukan Sekolah Kopi. Fasilitas edukasi ini direncanakan menjadi tempat belajar bagi petani, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan tanaman, pengeringan, hingga pengolahan dan pemasaran produk kopi.
Selain pengembangan sumber daya manusia, pemerintah desa berharap adanya dukungan untuk memperbaiki akses jalan menuju kawasan perkebunan hingga Dusun IV sepanjang sekitar lima kilometer. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar pengangkutan hasil panen dan menekan biaya transportasi petani.
Kebutuhan sarana pengeringan kopi yang lebih memadai juga menjadi perhatian. Selama ini, sebagian masyarakat masih mengandalkan metode penjemuran tradisional menggunakan terpal atau permukaan tanah. Perbaikan proses pengeringan diharapkan dapat membantu menjaga mutu dan konsistensi hasil panen.
Plt. Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menyambut baik berbagai inisiatif tersebut. Ia mendukung upaya pengembangan potensi lokal yang dapat memperkuat usaha masyarakat, meningkatkan kualitas produk, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Pembahasan tersebut diharapkan menjadi ruang koordinasi bagi perangkat daerah terkait untuk mencermati potensi, kebutuhan, serta peluang pengembangan BUMDes sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Pengembangan kopi juga dapat disinergikan dengan sektor pariwisata. Dengan kekayaan alam dan perkebunan yang dimiliki, Desa Air Bening berpeluang mengembangkan wisata edukasi kopi yang memadukan pengalaman perkebunan, pengolahan produk, dan kunjungan ke destinasi alam.
Melalui penguatan BUMDes, peningkatan kualitas hasil perkebunan, serta dukungan infrastruktur dan pemasaran, potensi kopi, peternakan, dan pariwisata Air Bening diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.(mcrl/tio/bisma)


