25 Korps Drumband SD Guncang Curup, Warga Tumpah ke Jalan, UMKM Ikut Kebagian Berkah
MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Kota Curup benar-benar bergemuruh, Sabtu (29/8/2026) pagi hingga siang. Dentuman drum dan tiupan terompet dari 25 korps drumband tingkat SD/MI menggema dari Lapangan Dwi Tunggal hingga sepanjang rute parade, mengundang antusiasme masyarakat yang tumpah ke pinggir jalan.
Bukan hanya pelajar yang tampil penuh semangat. Orang tua, keluarga dan masyarakat umum turut memadati kawasan kegiatan. Mereka rela berdiri di sepanjang rute untuk menyaksikan penampilan para pelajar yang membawa nama sekolah masing-masing.
Setiap korps drumband tampil dengan kekompakan barisan, irama musik dan formasi yang beragam. Sorak-sorai penonton pun pecah ketika peserta menampilkan atraksi yang menarik perhatian.
Kemeriahan semakin terasa karena kegiatan ini bukan sekadar menyuguhkan hiburan. Ramainya masyarakat juga menjadi berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Sejumlah pedagang membuka stand di sekitar Lapangan Dwi Tunggal maupun kawasan yang menjadi jalur parade. Beragam makanan, minuman dan jajanan ditawarkan kepada masyarakat yang datang sejak pagi.
Aktivitas jual beli pun ikut menggeliat. Pedagang memanfaatkan momentum keramaian untuk meningkatkan penjualan, sementara masyarakat memiliki banyak pilihan kuliner dan jajanan selama menyaksikan parade.
Dengan demikian, Lomba Drumband HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rejang Lebong tidak hanya menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kemeriahan ini merupakan bagian dari rangkaian Lomba Drumband HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang sebelumnya dibuka Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, MSi. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK/PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.
Untuk peserta tingkat SD/MI, pelepasan parade dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria MPd. Sebanyak 25 korps drumband kemudian bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan.
Penampilan para pelajar menjadi daya tarik tersendiri. Dengan mengenakan seragam dan kostum masing-masing, mereka menunjukkan kemampuan memainkan alat musik sekaligus menjaga kekompakan dalam barisan.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter bagi pelajar. Melalui drumband, mereka belajar tentang disiplin, kerja sama, keberanian, tanggung jawab dan kekompakan.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute memperlihatkan tingginya perhatian warga terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda tersebut.
Suasana Lapangan Dwi Tunggal hingga jalur parade pun berubah menjadi ruang publik yang hidup. Pelajar tampil, masyarakat memberikan dukungan, sementara pelaku UMKM memanfaatkan keramaian untuk berjualan.
Kemeriahan tersebut menjadi gambaran bagaimana rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Rejang Lebong tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyatukan pemerintah, pelajar, masyarakat dan pelaku usaha dalam satu perayaan.
Dentuman drumband yang menggema di sepanjang jalan akhirnya bukan sekadar suara musik. Di baliknya ada semangat anak-anak untuk berprestasi, kegembiraan masyarakat yang menyaksikan, serta geliat ekonomi warga yang ikut merasakan manfaat dari ramainya perayaan kemerdekaan.(mcrl/edy/hengky/rahman)

















