Plt Bupati, Ketua DPRD dan TPID Monitoring Pasar Bang Mego hingga Distributor LPG di Rejang Lebong
MEDIA CENTER REJANG LEBONG - Usai memimpin Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino, kekeringan ekstrem, dan Karhutlah di halaman Polres Rejang Lebong, Jumat (31/7/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si dan Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring ke Pasar Bang Mego dan dua distributor LPG di Kabupaten Rejang Lebong
Monitoring tersebut dilakukan sebagai langkah Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk memastikan kondisi pasar tetap kondusif, sekaligus mengecek ketersediaan serta kelancaran distribusi LPG bagi masyarakat.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Rejang Lebong Titin Verayensih, SKM., MKM., Kabag Perekonomian Sopan Wahyudi, S.Si., Apt., M.PM., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Anes Rahman, S.Sos., serta Kasat Pol PP Anton Sefrizal, S.STP., M.Si dan
Rombongan pertama kali mengunjungi Pasar Bang Mego, Curup. Di lokasi tersebut, Plt Bupati bersama Ketua DPRD berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi perdagangan, pasokan barang, hingga situasi harga kebutuhan pokok.
Plt Bupati Hendri mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan aktivitas jual beli di Pasar Bang Mego berlangsung normal dan para pedagang tidak mengeluhkan kendala yang berarti.
"Hari ini setelah mengikuti apel kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino dan kekeringan ekstrem, kami langsung menuju Pasar Bang Mego untuk melihat kondisi pasar sekaligus menanyakan langsung kepada para pedagang. Alhamdulillah aktivitas perdagangan berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti," ujar Hendri.
Usai dari pasar, rombongan melanjutkan monitoring ke dua distributor LPG, yakni PT Putri Cempaka Lestari di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup dan PT Karjan Jaya Gudang di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup.
Dalam monitoring tersebut, pemerintah daerah memastikan distribusi LPG subsidi 3 kilogram maupun LPG nonsubsidi 12 kilogram berjalan normal. Berdasarkan hasil pemantauan dan keterangan dari pihak distributor, pasokan LPG masih aman serta tidak ditemukan kendala dalam proses penyalurannya.
Meski demikian, Plt Bupati menegaskan pemerintah daerah tetap melakukan evaluasi terhadap kecukupan kuota LPG agar tidak terjadi kelangkaan, terutama menjelang hari-hari besar.
"Kami ingin memastikan jangan sampai ke depan terjadi kelangkaan gas. Karena itu kami meminta data riil dari distributor terkait distribusi gas melon maupun LPG 12 kilogram agar pemerintah memiliki dasar dalam mengambil kebijakan," katanya.
Dari hasil monitoring diketahui, PT Putri Cempaka Lestari menerima pasokan sekitar lima truk LPG setiap hari. Setiap truk mengangkut sekitar 560 tabung LPG untuk didistribusikan kepada pangkalan yang menjadi wilayah layanannya.
Sementara itu, secara keseluruhan kuota LPG yang masuk ke Kabupaten Rejang Lebong dari seluruh distributor penyalur mencapai sekitar 13 truk per hari. Dengan kapasitas sekitar 560 tabung per truk, jumlah tersebut didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
Menurut Hendri, kuota tersebut masih perlu dikaji kembali agar mampu mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, khususnya pada momen hari besar keagamaan maupun kondisi tertentu yang berpotensi meningkatkan konsumsi LPG.
"Kalau melihat kebutuhan masyarakat di 15 kecamatan, tentu kuota ini kita nilai masih kurang. Upaya-upaya untuk menambah kuota inilah yang akan kita lakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Plt Bupati meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM segera berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk mengusulkan penambahan kuota LPG bagi Kabupaten Rejang Lebong.
"Saya minta Kadis Perindagkop segera berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga agar kuota LPG untuk distributor di Kabupaten Rejang Lebong bisa ditambah. Harapan kita, ke depan tidak ada lagi persoalan kelangkaan gas sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," pungkasnya. (mcrl/bisma/edy)




