Terbaru
Skrining Penyakit Tidak Menular Masih Rendah, Dinkes Rejang Lebong Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis Bunda PAUD Hj. Khairunnisa dan Dokter Melka Bawa Aspirasi Pendidikan Anak Bengkulu ke Jakarta Revisi Perbup Standar Harga 2026 Dibahas, Pemkab Rejang Lebong Siapkan Arah Kebijakan 2027 Pemkab Rejang Lebong Ikuti Raker dan RDP Komisi II DPR RI Bahas Pertanahan dan Tata Ruang Via Zoom Meeting Pemkab Rejang Lebong Bahas Produk Unggulan UMKM Bersama Tim FGD Bank Indonesia Final, Ini Jadwal Lengkap Gebyar Semarak Merah Putih di Rejang Lebong 1-10 November 2026 Kisah Cinta Majai Malang Butung dan Dayang Jelingan Hidup di Panggung Seni Tradisi Rejang Lebong Pemkab Rejang Lebong dan BNI Curup Siapkan Kerja Sama, Digitalisasi Layanan hingga PAD Jadi Sasaran Skrining Penyakit Tidak Menular Masih Rendah, Dinkes Rejang Lebong Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis Bunda PAUD Hj. Khairunnisa dan Dokter Melka Bawa Aspirasi Pendidikan Anak Bengkulu ke Jakarta Revisi Perbup Standar Harga 2026 Dibahas, Pemkab Rejang Lebong Siapkan Arah Kebijakan 2027 Pemkab Rejang Lebong Ikuti Raker dan RDP Komisi II DPR RI Bahas Pertanahan dan Tata Ruang Via Zoom Meeting Pemkab Rejang Lebong Bahas Produk Unggulan UMKM Bersama Tim FGD Bank Indonesia Final, Ini Jadwal Lengkap Gebyar Semarak Merah Putih di Rejang Lebong 1-10 November 2026 Kisah Cinta Majai Malang Butung dan Dayang Jelingan Hidup di Panggung Seni Tradisi Rejang Lebong Pemkab Rejang Lebong dan BNI Curup Siapkan Kerja Sama, Digitalisasi Layanan hingga PAD Jadi Sasaran
Pengumuman
Selamat datang di website resmi Media Center Rejang Lebong Selamat datang di website resmi Media Center Rejang Lebong
Skrining Penyakit Tidak Menular Masih Rendah, Dinkes Rejang Lebong Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis
16 September 2026

Skrining Penyakit Tidak Menular Masih Rendah, Dinkes Rejang Lebong Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis

M Oleh Media Center
  • 36

MEDIA CENTER REJANG LEBONG– Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Rejang Lebong dievaluasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong menyoroti masih rendahnya masyarakat yang melakukan skrining penyakit tidak menular.

Evaluasi tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar Dinkes Rejang Lebong di Aula Hotel Golden Rich Curup, Rabu (16/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB dan diikuti sekitar 50 peserta.

Peserta terdiri atas pimpinan UPT Puskesmas, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, kepala program studi Poltekkes Kemenkes Bengkulu di Curup, perwakilan IAIN, kepala klinik dan unsur terkait lainnya.

Kepala Dinkes Rejang Lebong drg. Asep Setia Budiman mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi untuk mengukur capaian sekaligus menindaklanjuti berbagai kendala dalam pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis.

“Pertemuan ini untuk memonitoring dan mengukur capaian serta menindaklanjuti kendala pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Asep.

Dalam kegiatan tersebut, Asep juga menyampaikan materi bertajuk “Kebijakan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis”. Selain Asep, materi disampaikan Andi Aprianto, SKM, MPH selaku Ketua Tim Program Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Provinsi Bengkulu serta Erwina, SKM selaku Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Rejang Lebong.

Skrining Penyakit Tidak Menular Masih Terbatas

Asep memaparkan situasi kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk sejumlah persoalan penyakit tidak menular. Data yang disampaikan dalam pertemuan menunjukkan angka stunting bayi, balita dan anak prasekolah sebesar 21,5 persen.

Sementara itu, anemia pada anak sekolah tercatat 15,6 persen. Pada kelompok dewasa dan lansia, prevalensi obesitas mencapai 23,4 persen, hipertensi 30,6 persen dan diabetes 24,3 persen.

Di sisi lain, baru 39,8 persen penduduk berusia di atas 20 tahun yang telah menjalani skrining penyakit tidak menular.

“Sebanyak 80,82 persen tidak pernah mengukur lingkar perut, 62,6 persen tidak pernah memeriksa gula darah, 61,6 persen tidak memeriksa kolesterol, 36,61 persen tidak pernah memantau berat badan dan 32,6 persen tidak pernah mengukur tekanan darah,” ujar Asep.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya optimalisasi program pemeriksaan kesehatan gratis agar masyarakat semakin mudah mengakses pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Deteksi Dini Jadi Fokus

Asep menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya bertujuan menemukan penyakit. Program tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan dan mendeteksi kondisi pra-penyakit sebelum berkembang menjadi penyakit.

Deteksi penyakit sejak awal juga diharapkan meningkatkan peluang keberhasilan penanganan. Temuan faktor risiko maupun kondisi penyakit dapat ditindaklanjuti dengan penanganan awal yang sesuai.

Sasaran PKG mencakup bayi baru lahir, balita dan anak prasekolah usia 1–6 tahun, anak usia sekolah dan remaja 7–17 tahun, dewasa 18–59 tahun serta lansia berusia 60 tahun ke atas.

Dinkes Rejang Lebong juga membahas integrasi skrining kesehatan dalam program cek kesehatan gratis sesuai siklus hidup di Puskesmas. Pembahasan mencakup jenis pemeriksaan PKG di sekolah berdasarkan jenjang pendidikan hingga indikator pemeriksaan kesehatan gratis dalam RPJMN.

Dalam paparannya, Asep turut menjelaskan sejumlah program prioritas nasional periode 2024–2029 yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kesehatan, gizi, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pertanian, infrastruktur serta penerimaan negara.

Melalui evaluasi tersebut, Dinkes Rejang Lebong mendorong seluruh unsur pelaksana untuk memperkuat koordinasi sehingga pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi pintu masuk deteksi dini berbagai masalah kesehatan.(mcrl/edy/rahman)

1001023552.jpg

1001023551.jpg

1001023559.jpg

1001023557.jpg

1001023555.jpg

1001023560.jpg

1001023563.jpg

1001023566.jpg

1001023576.jpg

1001023573.jpg

Berita Sebelumnya

Bunda PAUD Hj. Khairunnisa dan Dokter Melka Bawa Aspirasi Pendidikan Anak Bengkulu ke Jakarta

Berita Terkait

KE ATAS