Evaluasi Semester I Tahun Anggaran 2026, Pemkab Rejang Lebong Dorong Peningkatan Kinerja dan Pelayanan RSUD
MEDIA CENTRE REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong menggelar rapat evaluasi Semester I Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong, Rabu (29/7/2026) pukul 09.30 WIB.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong, Iwan Sumantri, SE., M.M., didampingi Plt. Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Frisca Elianti, M.Kes., Kepala BPKD Rejang Lebong, Dicky Iswandi, ST., serta sejumlah perwakilan bidang terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Rejang Lebong, Iwan Sumantri, menyampaikan bahwa rapat evaluasi menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan dan kinerja RSUD Rejang Lebong, sekaligus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sekda juga menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan RSUD Rejang Lebong agar terus melakukan pembenahan dan memberikan pelayanan yang semakin baik ke depannya. Ia turut mengharapkan agar petugas BPJS dapat selalu siaga selama 24 jam di rumah sakit sehingga dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat secara lebih maksimal.
"Kita tetap mendukung dan mengapresiasi perkembangan Rumah Sakit Rejang Lebong. Kita upayakan rumah sakit ini selalu berbenah dan memberikan yang terbaik ke depannya," ujar Iwan.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Frisca Elianti, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sekda Rejang Lebong selaku Ketua Dewan Pengawas dalam rapat evaluasi Semester I Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, rapat Dewan Pengawas merupakan bagian dari kewajiban rumah sakit dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan dan perkembangan rumah sakit. Pada rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada laporan kinerja keuangan serta laporan kinerja RSUD Rejang Lebong.
Nova menegaskan bahwa RSUD Rejang Lebong tetap berkomitmen untuk menjadi pusat rujukan regional bagi rumah sakit di wilayah sekitar.
Terkait pengelolaan anggaran, ia menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejauh ini berjalan dengan baik. Sementara itu, anggaran yang bersumber dari APBD juga tetap berjalan, meskipun pada tahun 2026 alokasi anggaran untuk rumah sakit tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Meski demikian, Nova memastikan efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada pengurangan pelayanan kepada masyarakat.
"Walaupun ada efisiensi, saya menjamin tidak ada pengurangan pelayanan. Pelayanan tetap maksimal dan kami tetap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Rejang Lebong," tegasnya.
Lebih lanjut, Nova mengungkapkan bahwa RSUD Rejang Lebong masih membutuhkan penambahan dan pemerataan tenaga medis, khususnya tenaga perawat, tenaga laboratorium, dan apoteker. Pihaknya berharap ke depan dapat dilakukan pemerataan tenaga kesehatan, termasuk kemungkinan pengalihan tenaga dari fasilitas kesehatan yang memiliki kelebihan tenaga ke RSUD Rejang Lebong yang masih membutuhkan.
"Untuk saat ini tenaga medis memang masih kurang. Kami berharap ke depan ada pemerataan tenaga medis, terutama perawat, tenaga laboratorium, dan apoteker," pungkasnya. (Tio/hengki/edi)





